langsung dari markas blue rose
Pemerintah Korea Utara melarang warganya untuk menggunakan telepon seluler setelah beredar kabar krisis pangan yang semakin memburuk di negeri tersebut. Penggunaan telepon mulai dibatasi karena disinyalir sebagai sarana tukar informasi mengenai apa yang terjadi di dalam negeri.
Investigator PBB dari Thailand Vivit Muntarbhorn menandaskan, pembatasan penggunaan telepon seluler dan telepon antardaerah untuk mencegah warga Korea Utara melaporkan peristiwa kurang pangan di kawasan mereka. Sebab, pembatasan penggunaan telepon itu muncul beberapa hari setelah Program Pangan Dunia PBB mengumumkan bahwa 2,7 juta warga Korea Utara di pantai barat akan kehabisan stok bahan pangan pada Oktober. Penduduk di kawasan tersebut adalah dua pertiga dari semua populasi di Korea Utara.
Seperti diketahui, banjir yang terjadi pada 2006 dan 2007 telah menghancurkan tanaman pangan di negara tersebut dan memperburuk krisis pangan yang terjadi. Laporan organisasi pangan PBB mengategorikan laporan itu sebagai keadaan darurat yang mengancam nyawa manusia dan telah mencapai tingkat kritis. Selain membatasi penggunaan ponsel, pengunjung negara tersebut juga dilarang membawa telepon seluler. Ponsel yang dibawa wistawan akan langsung disita.
“Para turis asing yang bepergian ke sana diminta menyerahkan telepon seluler mereka begitu tiba ke negara itu. Telepon tersebut dikembalikan begitu mereka meninggalkan negara tersebut,” tulis The Tomes of London.
Pemerintah Korea Utara, seperti dilaporkan situs tersebut, juga akan meluncurkan layanan telepon seluler terbaru pada awal tahun yang melarang penggunanya untuk berkomunikasi hanya dengan orang yang berada di negara tersebut. Pelanggan yang mendaftar layanan tersebut tidak dapat menelepon atau menerima telepon dari luar negara mereka.
Ini adalah blog personal saya. Pada saat sekarang ini, Anda bisa mengunjungi blog saya yang lain yang berada di Coolystone dan LinkInStyle. Selamat mengunjungi.
Leave a reply