Pemimpin Partai Demokrat di Arkansas, Amerika Serikat (AS) Bill Gwatney (48) tewas ditembak. Pelaku menerobos markas Partai Demokrat di Arkansas dan langsung melepaskan tembakan. Letnan Terry Hastings dari kepolisian Little Rock, Ibukota Negara Bagian Arkansas, menjelaskan Gwatney ditembak beberapa kali, sedikitnya tiga kali, pada tubuh bagian atas. “Ia tewas beberapa jam kemudian akibat luka-luka yang dideritanya,” tutur Hastings kepada FOX News. Sekretaris Gwatney langsung menelepon 911. Seorang saksi mata di sana mendengar sekretaris Gwatney mengatakan kepada polisi: “Tolong, ketua partai kami ditembak”, demikian dilaporkan Arkansas Times.

Aparat segera memburu pelaku yang berusaha kabur mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pelaku yang belum diketahui identitasnya ini terluka parah akibat tembakan aparat kepolisian yang mengejarnya. Letnan Hastings mengatakan motif penembakan masih belum jelas. “Motif penembakan masih diselidiki. Kami belum memiliki jawaban seputar motif penembakan,” kata Hastings yang menambahkan tersangka pelaku penembakan bukanlah bekas pegawai Gwatney.

Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari menjelang konvensi nasional Partai Demokrat di Denver. Konvensi Demokrat akan mengukuhkan secara resmi Barack Obama sebagai calon partai itu yang akan bertarung dengan John McCain dari Republik menuju Gedung Putih. Pembunuhan Gwatney menyebabkan sejumlah pemimpin Partai Demokrat terguncang. “Kami benar-benar sedih mendengar kabar Bill Gwatney meninggal dunia,” ungkap mantan Presiden AS Bill Clinton didampingi istrinya, Hillary. Pasangan Clinton bermukim lama di Little Rock. Clinton yang pernah menjabat Gubernur Arkansas, dikenal sebagai teman dekat Gwatney. “Tragedi tidak berperi kemanusiaan ini membuat kami kaget,” ungkap Ketua Komite Nasional Partai Demokrat Howard Dean dalam pernyataan sebelum Gwatney dipastikan meninggal dunia. Obama mengaku syok dan sedih akibat tragedi penembakan Gwatney. Gwatney adalah salah satu dari hampir 800 delegasi super dari Partai Demokrat yang punya hak untuk memberikan suara sesuai keinginan mereka dalam konvensi yang akan digelar bulan ini.

Selama kampanye pencalonan di tingkat Partai Demokrat, Gwatney sendiri mendukung Hillary yang menang dalam prapemilihan Arkansas. Markas Partai Demokrat, tak jauh dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Arkansas. Media setempat menyebutkan pria pelaku penembakan meminta bertemu dengan Gwatney. Kepolisian pun langsung bersiaga. Serangan brutal terhadap Gwatney merupakan insiden ke-2 yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir dengan target para politisi Partai Demokrat. Pada November 2007, seorang pria yang mengaku membawa bom mengambil alih kantor kampanye Hillary di negara bagian New Hampshire. Ia menyandera lima orang selama lebih dari lima jam sebelum akhirnya menyerah.